SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Assalamualaikum waroh matullah hiwabarokatuh,

Saat menjalankan ibadah diwajibkan sebagai umat muslim untuk mensucikan diri,

baik lahir maupun batin. Kami segenap staff batam free training, memohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam beraktifitas.

baik itu berupa perkataan/perbuatan yang di sengaja maupun tidak. semoga allah selalu menciptakan hati manusia dalam keadaan

yang bersih. amin amin ya robbal alamin.

Selemat menunaikan ibadah puasa di bulan RAMADHAN 1434H

Muhammad Idris

SSD (Solid State Drive)

SSD dapat digolongkan menjadi dua, yaitu berbasis flash dan berbasis DRAM (Dynamic Random Access Memory).

Di pasaran saat ini banyak kita temui teknologi SSD berbasis flash, misalnya Flash DiskSecure Digital (SD Card), Micro SD CardMulti Media Card (MMC) dan Compact Flash (CF). Sementara SSD dengan ukuran fisik sebesar hard-disk konvensional, yaitu ukuran 1,8 inci dan 2,5 inci dengan kapasitas hingga diatas 128 GB, sejak tahun 2008 sudah mulai populer di pasaran seiring dengan harganya yang makin terjangkau.

SSD berbasis flash memanfaatkan sejumlah kecil DRAM untuk cache yang dipakai untuk menyimpan informasi tentang penempatan blok data serta informasi wear levelling (sebuah teknik untuk memperpanjang usia pemakaian memori berbasis flash). Sementara pada SSD dengan kinerja tinggi biasanya juga dilengkapi dengan penyimpanan daya listrik sementara (energy storage). Komponen ini umumnya disusun dari rangkaian kapasitor atau baterai yang berfungsi untuk memindahkan data dari cache SSD ke flash memory saat komputer dimatikan/ mati mendadak (jika berbasis kapasitor) atau untuk menyimpan data sementara dalam cache (jika menggunakan baterai).

[sunting]SSD Berbasis Flash

Data dalam SSD berbasis flash biasanya disimpan dalam sel memori pada chip. Dalam kelompok ini ada dua macam jenis sel memori yang umum digunakan, yaitu jenis MLC (Multi Level Cell) dan SLC (Single Level Cell).

SSD jenis MLC biasanya lebih murah dibandingkan dengan yang berbasis SLC. Hal ini disebabkan MLC menyimpan data sebesar 3 bit atau lebih setiap selnya, sedangkan untuk SLC hanya 1 bit saja, sehingga biaya per giga byte-nya menjadi lebih rendah.

Sedangkan SSD jenis SLC berharga lebih mahal,namun tipe ini memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis MLC, yaitu kecepatan transfer data yang lebih tinggi, konsumsi daya yang lebih rendah dan daya tahan sel memori yang lebih lama. Salah satu penyebab mahalnya harga SLC ini adalah ongkos pembuatan yang lebih tinggi per giga byte-nya mengingat SSD jenis SLC hanya mampu menyimpan data dengan jumlah yang lebih sedikit per selnya.

[sunting]SSD Berbasis DRAM

SSD dengan teknologi ini memiliki kecepatan akses data yang sangat tinggi (umumnya kurang dari 1 mili detik). Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan baterai internal dan sistem penyimpanan data cadangan untuk memastikan tetap adanya data dalam SSD saat komputer dimatikan atau mati mendadak. Dalam kondisi ini, baterai dalam SSD akan memasok daya bagi rangkaian sel untuk menyalin semua informasi dari DRAM ke perangkat penyimpanan cadangan. Saat komputer dinyalakan lagi, semua informasi ini akan dikembalikan lagi ke DRAM.

 

Kelebihan SSD Dibandingkan Hard-disk Konvensional

Ada banyak kelebihan Solid State Drive jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional, diantaranya adalah:

  • 1. Waktu mulai bekerja (start-up) yang lebih cepat. Hal ini berdampak pada akses data yang lebih tinggi, keterlambatan/ penundaan membaca data (latency) yang lebih rendah dan waktu pencarian data (seek time) yang jauh lebih cepat.
  • 2. Tidak memiliki bising/ dengung (noise) mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
  • 3. Lebih hemat daya listrik, meskipun untuk SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energi.
  • 4. Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
  • 5. Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan hard-disk biasa (khususnya saat ini hingga ukuran penyimpanan 256 GB) sehingga lebih portable untuk notebook dan mobile external storage.
  • 6. Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (Memory Transistor) membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah start-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnya hanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita.
Bagaimana dengan Kekurangan SSD?
Sepertinya ngga lengkap kalau hanya membahas kelebihan tanpa kekurangan hardware canggih ini, karena memang justru kelemahan terbesar SSD terletak pada harganya yang luar biasa Mahal! Bayangkan saja, jika saat ini dengan uang Rp. 1 juta anda bisa mendapatkan Hardisk berukuran 1 TB (hampir 1000 GB), maka pada SSD anda hanya mendapat ukuran yang tidak sampai 100GB! Wow… tentu saja dengan harga yang masih selangit ini, SSD kebanyakan hanya diperuntukkan bagi data-data yang bersifat sangat penting saja atau membutuhkan kinerja komputer yang maksimal
Sumber :

WordPress : Pindahkan WordPress Lokal PC ke Online menggunakan XAMPP

WordPress : Pindahkan WordPress Lokal PC ke Online

Setelah Anda sudah lancar menggunakan Dashbor WordPress Anda dan puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda, yang sudah Anda kostumisasi dan Anda tambahkan beberapa konten dan personalisasi, lalu apa yang akan kita lakukan? Memandangi situs Anda dengan penuh decak kagum, atau malah geleng-geleng kepala, lalu selesai dan menutup browser Anda? Tentu saja tidak kan? Kita perlu membuatnya bisa diakses oleh semua orang di Internet. Nah, di sini kita akan mengupload (memindahkan) website Anda dari server lokal ke online. Tentunya Anda sudah mempunyai pilihan server yang terbaik. Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Pilihan server web dapat dibaca di “WordPress : Membuat Website dengan WordPress” bagian “Web Hosting”.

Sekarang kita mulai inti uploadnya. Upload ini maksudnya adalah memindahkan WordPress di server PC Anda (server lokal) ke server online (server sebenarnya). Jadi kita perlu mengubah beberapa konfigurasi, yaitu :

  1. mengedit file wp-config.php,
  2. mengekspor database dari server lokal,
  3. mengimpor database ke server online,
  4. upload file-file WordPress,
  5. mengedit tabel database untuk alamat URL.
  1. Membuat Database di server Web Online

    Membuat database ini sama dengan cara membuat database yang sudah dibahas di “WordPress : Membuat Situs di Server Online” bagian “Membuat Database”. Pastikan Anda membuat database baru atau menggunakan database lama yang sudah kosong (sudah diapus isi databasenya). Lihat kembali artikel tersebut karena saya malas menulisnya lagi, hehe, maaf ya, bukan tanpa alasan hanya demi efektifitas waktu.

  2. Mengedit File wp-config.php di Server PC Lokal Anda

    Masih ingatkah Anda dengan file wp-config.php? Yang aslinya adalah wp-config-sample.php kemudian kita rename dan edit untuk menginstall WordPress di PC? Buka kembali file tersebut. Karena servernya akan dipindahkan berarti settingannya juga harus diedit dengan mengedit : ‘namadatabase’, ‘namapengguna’, ‘katasandi’, dan ‘localhost’ (nama localhost diganti dengan nama MySQL host yang diberikan server online Anda, atau biarkan default bila tidak ada. Jika dibiarkan default dan saat penginstallan wordpress tidak berhasil, kemungkinan Anda harus mengganti “localhost’ dengan nama host Anda).

  3. Ekspor Database dari Server Offline

    1. XAMPP Control Panel dijalankan
    2. Browser dijalankan, ketikkan http://localhost/phpmyadmin
    3. Dipilih database yang Anda gunakan untuk WordPress Anda. Dalam pelajaran sebelumnya kita membuat database dengan nama ‘dbwordpress’. klik nama database.
    4. Klik [Export]
    5. Tanpa banyak ba-bi-bu lagi, beri tanda pada [save as file] pada bagian bawah. Pastikan jenis file SQL terseleksi. Klik [Go]
    6. Browser akan mendownload file dbwordpress.sql yang Anda buat tadi. Simpan file sql tersebut untuk langkah selanjutnya.
    7. Eksport database selesai.
  4. Import Database

    1. Masuklah ke Control Panel server online Anda.
    2. Klik phpMyAdmin
    3. Cari database yang sudah Anda buat sebelumnya. misalkan nama databasenya ‘username_namadb’.
    4. Terlihat bahwa database masih kosong. [Klik Import]
    5. Pada bagian “File to Import” Klik “Browse”, cari file dbwordpress.sql tadi, setelah itu klik [Go].
    6. Tunggu sampai proses upload sukses.
    7. Setelah import database sukses, kita siap mengupload file-file WordPress kita ke server online.
    8. Import database selesai.
  5. Upload File-File WordPress

    Membuat folder khusus di server web online. Di bawah folder public_html atau htdocs buatlah folder misalnya “blog”. Untuk upload file-file ke server online Anda dapat menggunakan cPanel atau program FTP seperti FileZilla. cPanel seharusnya sudah disediakan server online Anda. Kalau FileZilla, Anda bisa mengunduhnya di http://filezilla-project.org.

    Install FilleZilla tersebut di PC. Cara menggunakannya cukup mudah seperti Anda menggunakan program Explorer yang lain. Untuk menyetelnya Anda tinggal mengisi Nama Host[Mesin:] dengan nama host Anda atau nama situs Anda (misalnya: http://www.domainAnda.com), Nama Pengguna[Username:] dengan username di server Anda, dan [Password:] dengan password untuk login ke cPanel. Untuk [Port:] biarkan tidak diisi.

    Pindahkan (baca: upload) file-file WordPress (pastikan sudah mengandung file wp-config.php yang sudah diedit dengan benar) ke direktori public_html atau htdocs. Caranya sama seperti yang telah dibahas sebelumnya. File-file WordPress ini adalah yang terdapat pada server Offline Anda di direktori xampp\htdocs\wordpress. Dengan ‘wordpress’ dalam contoh ini adalah folder yang berisi file-file wordpress Anda, Anda bisa saja menggunakan nama yang berbeda kan? Jangan menggunakan file-file WordPress lain atau baru diunduh karena tidak akan klop dengan databasenya.

    Kalau memakai FileZilla, caranya lebih mudah tinggal copy/paste atau drag&drop. Kalau ukuran filenya cukup besar dan terdiri atas banyak file sebaiknya file-file itu dikompres dulu baru diupload dan dimekarkan di server. Cara itu dapat dipakai jika kita menggunakan File Manager cPanel.

    Upload file-file WordPress selesai.

  6. Mengedit Database MySQL di Server Online

    Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “username_namadb” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress’ menjadi ‘http://www.namawebsite.com/blog’. Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :
    Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “username_namadb”. Pilih dan klik pada wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse]. Pada tabel yang ada editlah 2 hal :

    1. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan “http://www.namawebsite.com/blog”. Info : “www.namawebsite.com” adalah URL website Anda dan “blog” adalah folder tempat file-file WordPress berada.
    2. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

 

copy from  http://blogdedi.wordpress.com

Instalasi Android SDK

Apa yang kita butuhkan untuk melakukan pemrograman Android?

1. Pengetahuan Object Oriented Programming, khususnya Java
Android menggunakan Dalvik Virtual Machine untuk menjalankan program APK yang terinstall. Dalvik yang di-modifikasi google dibuat berdasarkan Java Virtual Machine milik Sun/ Oracle. Itulah sebabnya untuk membuat program untuk android, kita menggunakan Java sebagai cara yang paling mudah. Bagi yang punya pengalaman pemrograman C, bisa menggunakan Android NDK, hasilnya lebih cepat karena bersifat native, tapi rumitnya minta ampun.
2. Internet
3. PC, Minimal RAM 1 GB, disarankan 2GB, supaya cepat saat menjalankan emulator.
4. Kartu kredit, karena saat kita ingin memasukkan aplikasi ke Android Market, kita harus membayar US$ 25 dengan Kartu Kredit di http://market.android.com/publish
5. Program yang akan kita gunakan:
a. Java Development Kit, agar kita bisa menjalankan Eclipse. Download dari:
http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
b. Eclipse
http://www.eclipse.org/downloads/, pilih Eclipse IDE for Java Developers
c. Android SDK
Library untuk membuat program Android. Download dari:
http://developer.android.com/sdk/index.html
d. Plugin ADT untuk Eclipse, fungsinya untuk menghubungkan Eclipse dengan Android SDK, sehingga Eclipse yang sebelumnya editor java bisa digunakan untuk editor program android. Bisa download disini:
http://developer.android.com/sdk/eclipse-adt.html, atau bisa ikuti langkah install langsung dari Eclipse nanti.

Agar lebih mudah, install program tersebut di satu buah folder, misalkan di D:\Java\

Cara instalasi:
1. Install Java Development Kit
2. Install eclipse, misalkan ke D:\Java\eclipse-java-indigo-win32, kemudian:
– Jalankan untuk pertama kali
– Pilih workspace, kemudian klik default
– Tutup tab welcome yang ada, maka kita sudah bertemu dengan antar muka Eclipse IDE

3. Install Android SDK, kemudian:

a. Buka folder Android SDK
b. Klik program SDK Manager
c. Klik bagian Available packages
d. Kita akan menggunakan SDK Froyo, karena versi ini paling banyak digunakan HP saat ini. Maka minimal yg dipilih adalah:
– SDK Platform Android 2.2, API 8, revision paling baru
– Samples for SDK API 8
– Google APIs, Adndroid API 8
– Android SDK Tools
– Android SDk Platform-tools
e. Kemudian install selected
f. Setelah selesai, hasilnya ada di Installed packages

4. Masih di bagian SDK Manager, kita buat emulator. Gunanya untuk mencoba hasil program yang kita buat, tanpa perlu dicoba di HP langsung

– klik virtual devices
– klik New…
– Beri nama, pilih target dengan Android 2.2, API 8
– SD Card Size, dibuat kecil, misalkan 16 MB
– Skin, pilih built-in, yang kecil saja, misalkan resolusi WQVGA400
– Kemudian Create AVD
– Setelah jadi, pilih device tadi, Klik start. Maka tampilan seperti HP Android akan keluar

5. Install Plugin ADT di Eclipse. Caranya:

a. klik Help > Install New Software….
b. klik Add, masukkan ini di bagian Location:

https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/

klik OK
Atau,apabila kita tidak punya koneksi internet langsung, kita bisa mendownload ADT terlebih dahulu di http://developer.android.com/sdk/eclipse-adt.html. Pilih archive, kemudian pilih file zip hasil kita download.
c. Pilih semua Development Tools yang ada
d. Klik Next, dan Accept TOS yang ada
e. Finish, Tunggu sampai selesai download
f. Setelah menutup dan membuka kembali, akan keluar gambar android di toolbar

6. Menghubungkan Android SDK dengan Eclipse

a. Klik window, Android SDK & AVD Manager
b. Jangan centang send usage, klik Proceed
c. Buka window -> preferences
d. Pilih bagian Android
e. Browse SDk Location, Kemudian pilih folder tempat Android SDK, Apply
f. Setelah keluar jenis Android SDK yang terinstall, klik OK
g. Sekarang coba klik icon android di toolbar eclipse, AVD manager kita akan terpanggil

Kalau sudah beres, kita bisa mencoba membuat aplikasi

1. New, Project…
2. Android, Android Project
Project Name: WebsiteLoader
Build Target: Android 2.2
Package Name: batamfreetraining.wordpress.com.WebsiteLoader
3. Finish
4. Coba Run sebagai Android Application

Gampang kan?
Ini seri pemrogaman android, jadi tunggu tutorial berikutnya. Semoga saya punya niat dan kemauan untuk meluangkan sedikit waktu, untuk melengkapi ini sampai tingkat lanjut.

Copy from http://blog.om4g.us

Membuat Applikasi Sederhana Untuk Android Menggunakan Eclipse

Cara membuat project android di IDE sebenarnya cukup sederhana. Dengan catatan, semua step-step yang dibutuhkan seperti, instalasi SDK, emulator, dan juga plugin android di eclipse, sudah selesai dilakukan. Kalau belum, halaman referensi instalasi SDK android tersedia untuk anda. Setelah semua itu dipersiapkan, mari kita mulai membuat project baru, caranya sebagai berikut:

  1. Jalankan eclipse, lalu menuju ke File » New » Project...
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  2. Pilih Android Project, lalu tekan Next >
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  3. Isikan nama project yang anda inginkan dan di mana anda ingin menyimpan source project tersebut, lalu tekan Next >
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  4. Pilih build target yang anda inginkan.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    Kalau kosong, berarti perlu menambahkan terlebih dahulu. Caranya:

    1. Buka menu Window » Android SDK Manager
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    2. Pilih paket dan build target yang ingin anda gunakan
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    3. Terima lisensi yang diberikan
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    4. Bersabarlah menunggu proses download dan install paket. Setelah itu, restart enclipse dan build target yang anda pilih tadi, akan tersedia untuk digunakan.
  5. Isikan beberapa info yang dibutuhkan. Diantaranya:
    • Application Name: Nama project yang anda inginkan
    • Package Name: Akan digunakan oleh android market, sebagai unique identifier dari aplikasi anda
    • Create Activity: Langsung buat satu activity utama (yang akan langsung dijalan saat aplikasi dibuka di device)
    • Minimum SDK: target platform paling kecil yang akan disupport aplikasi anda

    Setelah semua itu diisi, selanjutnya tekan Finish

    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  6. Ini adalah isi dari activity yang dibuatkan oleh eclipse, kalau anda memilih untuk membuat activity utama, di step sebelumnya.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    Dan ini adalah definisi layout yang menyertai activity di atas. Juga otomatis dibuatkan, bila anda memilih untuk membuat activity utama.

    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  7. Berikut ini tampilan aplikasi, bila dijalankan di emulator atau device.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Sekian tutorial kali ini, nantikan tutorial-tutorial yang lebih berbobot, berikutnya.

Cara buat Bootable USB drive Menggunakan Rufus

Tidak jarang sebagian kita dihadapkan dengan kendala yang memerlukan booting komputer dari USB Flash drive (Flashdisk). Misalnya harus install ulang windows, Linux, update BIOS, Recovery password atau untuk sekedar memeriksa dan menganalisa sistem operasi. Salah satu software gratis & portable yang bisa kita gunakan adalah Rufus.

 

Sebelumnya saya sudah pernah mengulas berbagai software gratis untuk membuat bootable Windows (baca 5 Software Gratis membuat Bootable USB Windows). Kini ada lagi software gratis dan portable lainnya yang tidak kalah bagus, yaitu Rufus. Bahkan software ini tidak hanya untuk Installasi windows saja tetapi lebih dari itu.

Rufus merupakan Utility kecil dan ringan yang bisa digunakan untuk melakukan format dan membuat bootable USB Flash drive (flashdisk, memory stick dan lainnya). Dengan Rufus kita bisa menggunakan untuk berbagai hal, seperti:

  • Ingin menginstall sistem operasi dari USB baik Windows atau Linux
  • Ingin bekerja dengan perangkat semisal hardisk yang belum ada sistem operasi-nya
  • Untuk melakukan flash BIOS atau update Firmware dari DOS
  • Untuk menjalankan software yang membutuhkan akses low level, seperti low level format

Beberapa Kelebihan Rufus

Meskipun sebelumnya telah saya ulas berbagai software untuk membuat bootable USB, tetapi sebagian hanya untuk Windows dan beberapa juga terbatas untuk Windows Vista/7 saja. Lain halnya dengan Rufus, meskipun ukuran yang kecil, Rufus mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Proses membuat bootable USB relatif lebih cepat (bahkan dibanding software seperti UNetBootin, untuk membuat bootable Windows 7 hampir 2 kali lebih cepat)
  • Ada pilihan yang menyertakan FreeDOS, sehingga bermanfaat misalnya untuk melakukan upgrade BIOS atau utility DOS lainnya
  • UKuran sangat kecil (hanya 146 KB tanpa FreeDOS dan 407 KB dengan FreeDOS) dan juga portable (tidak perlu install)
  • Adanya fitur untuk mengecek adanya “bad block”
  • Dapat digunakan untuk membuat bootable USB berbagai sistem operasi (windows dan Linux) serta utility recovery. Selengkapnya bisa melihat uraian dibawah

Berbagai sistem yang didukung Rufus cukup banyak diantaranya: Arch Linux, Archbang, CentOS, Damn Small Linux, Fedora, FreeDOS, Gentoo, gNewSense, Hiren’s Boot CD, Knoppix, Kubuntu, NT Password Registry Editor, OpenSUSE, Slackware, Tails, Ubuntu, Ultimate Boot CD, Windows 7, Windows 8 Developer Preview, Windows Vista, dan lainnya.

Penggunaan

Penggunaan software ini sangat mudah, setelah USB terpasang, jalankan Rufus. Maka akan tampil seperti halnya ketika akan melakukan format di Windows, dengan beberapa tambahan fitur, seperti informasi USB Flash drive, file system, pillihan ukuran cluster, Membuat label baru, cek adanya bad block, quick format, menambahkan label dan icon sendiri serta pemilihan file ISO.

Ketika membuat bootable USB, ada pilihan untuk membuat bootable MS-DOS, FreeDOS atau dari file ISO Image. Darimana kita mendapatkan file ISO? Untuk mendapatkan file ISO yang berisi sistem operasi, kita bisa membuatnya dari CD/DVD windows, linux atau lainnya dengan menggunakan software semisal ImageBurn.

Setelah pemilihan setting selesai, kita tinggal klik tombol Start untuk mulai membuat bootable USB flash drive dan tunggu sampai proses selesai. Bagi yang belu tahu bagaimana mengatur BIOS komputer/PC agar bisa booting dari USB Flash drive, bisa membaca artikle saya terdahulu tentang Mengatur BIOS agar bisa booting dari USB.

Download dan Info selengkapnya tentang Rufus kunjungi http://rufus.akeo.ie/

 

Copy from http://ebsoft.web.id

Download Alternatif Task Manager canggih, System Explorer

Sebagai pengguna komputer (windows) mungkin kita sudah terbiasa dengan Task Manager. Ketika ada berbagai masalah atau untuk memeriksa sistem, Task Manager biasanya menjadi andalan. Jika ingin fitur dan alternatif yang lebih canggih, kita bisa menggunakan software gratais dan portable System Explorer.

Sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah menulis tentang menggunakan System Explorer untuk menjaga sistem komputer tetap terkendali. Ketika itu System Explorer masih versi 2.0 dan kini System Explorer sudah versi 3.8 dengan perubahan tampilan dan tentu berbagai fitur tambahan yang belum ada di versi terdahulu.

Selain mempunyai fitur seperti Task Manager, kita juga bisa mendapatkan fitur seperti aplikasi Autoruns dari SysInternals, yaitu memeriksa proses atau program apa yang berjalan setiap Windows aktif. Jadi ibarat dua atau lebih aplikasi dari SysInternals sekelas Process Explorer dan Autoruns dijadikan satu dalam aplikasi portable.

Itu hanya beberapa fitur yang ada, kemampuan atau fitur lebih lengkapnya antara lain sebagai berikut:

  • Mendapatkan informasi detail tentang Task, Process, Modul, Startup, IE Addons, Uninstallers, Windows, Services, Drivers, Connections dan File-file yang sedang terbuka.
  • Fitur untuk mengecek file yang mencurigakan melalui VirusTotal, Jotti atau melalui File Database
  • Melakukan monitor terhadap aktivitas program atau aplikasi yang berjalan termasuk perubahan sistem
  • Informasi grafik penggunaan penting “system resources”
  • WMI Browser dan informasi tambahan lainnya
  • Dukungan multi bahasa

Masing-masing fitur ditampilkan dalam tab seperti Google Chrome, kita bisa menampilkan fitur fungsi yang belum ada dengan klik icon tambah di samping tab yang ada. Seperti untuk bagian Processes kita bisa melihat aplikasi apa saja yang berjalan dan melalui klik kanan, kita akan mendapatkan berbagai fitur termasuk melakukan pengecekan ke VirusTotal, Jotti atau database internal SystemExplorer.net yang sudah mempunyai data lebih dari 5 juta.

System Explorer merupakan software gratis baik untuk personal maupun komersial yang dapat dijalankan di Windows XP, Vista dan Windows 7 (baik 32bit maupun 64bit). Tersedia versi Installer maupun Portable, selengkapnya silahkan mengunjungi halaman Download System Explorer

Copy from http://ebsoft.web.id

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.