Arsip untuk Maret, 2012

WordPress : Pindahkan WordPress Lokal PC ke Online menggunakan XAMPP

WordPress : Pindahkan WordPress Lokal PC ke Online

Setelah Anda sudah lancar menggunakan Dashbor WordPress Anda dan puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda, yang sudah Anda kostumisasi dan Anda tambahkan beberapa konten dan personalisasi, lalu apa yang akan kita lakukan? Memandangi situs Anda dengan penuh decak kagum, atau malah geleng-geleng kepala, lalu selesai dan menutup browser Anda? Tentu saja tidak kan? Kita perlu membuatnya bisa diakses oleh semua orang di Internet. Nah, di sini kita akan mengupload (memindahkan) website Anda dari server lokal ke online. Tentunya Anda sudah mempunyai pilihan server yang terbaik. Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Pilihan server web dapat dibaca di “WordPress : Membuat Website dengan WordPress” bagian “Web Hosting”.

Sekarang kita mulai inti uploadnya. Upload ini maksudnya adalah memindahkan WordPress di server PC Anda (server lokal) ke server online (server sebenarnya). Jadi kita perlu mengubah beberapa konfigurasi, yaitu :

  1. mengedit file wp-config.php,
  2. mengekspor database dari server lokal,
  3. mengimpor database ke server online,
  4. upload file-file WordPress,
  5. mengedit tabel database untuk alamat URL.
  1. Membuat Database di server Web Online

    Membuat database ini sama dengan cara membuat database yang sudah dibahas di “WordPress : Membuat Situs di Server Online” bagian “Membuat Database”. Pastikan Anda membuat database baru atau menggunakan database lama yang sudah kosong (sudah diapus isi databasenya). Lihat kembali artikel tersebut karena saya malas menulisnya lagi, hehe, maaf ya, bukan tanpa alasan hanya demi efektifitas waktu.

  2. Mengedit File wp-config.php di Server PC Lokal Anda

    Masih ingatkah Anda dengan file wp-config.php? Yang aslinya adalah wp-config-sample.php kemudian kita rename dan edit untuk menginstall WordPress di PC? Buka kembali file tersebut. Karena servernya akan dipindahkan berarti settingannya juga harus diedit dengan mengedit : ‘namadatabase’, ‘namapengguna’, ‘katasandi’, dan ‘localhost’ (nama localhost diganti dengan nama MySQL host yang diberikan server online Anda, atau biarkan default bila tidak ada. Jika dibiarkan default dan saat penginstallan wordpress tidak berhasil, kemungkinan Anda harus mengganti “localhost’ dengan nama host Anda).

  3. Ekspor Database dari Server Offline

    1. XAMPP Control Panel dijalankan
    2. Browser dijalankan, ketikkan http://localhost/phpmyadmin
    3. Dipilih database yang Anda gunakan untuk WordPress Anda. Dalam pelajaran sebelumnya kita membuat database dengan nama ‘dbwordpress’. klik nama database.
    4. Klik [Export]
    5. Tanpa banyak ba-bi-bu lagi, beri tanda pada [save as file] pada bagian bawah. Pastikan jenis file SQL terseleksi. Klik [Go]
    6. Browser akan mendownload file dbwordpress.sql yang Anda buat tadi. Simpan file sql tersebut untuk langkah selanjutnya.
    7. Eksport database selesai.
  4. Import Database

    1. Masuklah ke Control Panel server online Anda.
    2. Klik phpMyAdmin
    3. Cari database yang sudah Anda buat sebelumnya. misalkan nama databasenya ‘username_namadb’.
    4. Terlihat bahwa database masih kosong. [Klik Import]
    5. Pada bagian “File to Import” Klik “Browse”, cari file dbwordpress.sql tadi, setelah itu klik [Go].
    6. Tunggu sampai proses upload sukses.
    7. Setelah import database sukses, kita siap mengupload file-file WordPress kita ke server online.
    8. Import database selesai.
  5. Upload File-File WordPress

    Membuat folder khusus di server web online. Di bawah folder public_html atau htdocs buatlah folder misalnya “blog”. Untuk upload file-file ke server online Anda dapat menggunakan cPanel atau program FTP seperti FileZilla. cPanel seharusnya sudah disediakan server online Anda. Kalau FileZilla, Anda bisa mengunduhnya di http://filezilla-project.org.

    Install FilleZilla tersebut di PC. Cara menggunakannya cukup mudah seperti Anda menggunakan program Explorer yang lain. Untuk menyetelnya Anda tinggal mengisi Nama Host[Mesin:] dengan nama host Anda atau nama situs Anda (misalnya: http://www.domainAnda.com), Nama Pengguna[Username:] dengan username di server Anda, dan [Password:] dengan password untuk login ke cPanel. Untuk [Port:] biarkan tidak diisi.

    Pindahkan (baca: upload) file-file WordPress (pastikan sudah mengandung file wp-config.php yang sudah diedit dengan benar) ke direktori public_html atau htdocs. Caranya sama seperti yang telah dibahas sebelumnya. File-file WordPress ini adalah yang terdapat pada server Offline Anda di direktori xampp\htdocs\wordpress. Dengan ‘wordpress’ dalam contoh ini adalah folder yang berisi file-file wordpress Anda, Anda bisa saja menggunakan nama yang berbeda kan? Jangan menggunakan file-file WordPress lain atau baru diunduh karena tidak akan klop dengan databasenya.

    Kalau memakai FileZilla, caranya lebih mudah tinggal copy/paste atau drag&drop. Kalau ukuran filenya cukup besar dan terdiri atas banyak file sebaiknya file-file itu dikompres dulu baru diupload dan dimekarkan di server. Cara itu dapat dipakai jika kita menggunakan File Manager cPanel.

    Upload file-file WordPress selesai.

  6. Mengedit Database MySQL di Server Online

    Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “username_namadb” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress’ menjadi ‘http://www.namawebsite.com/blog’. Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :
    Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “username_namadb”. Pilih dan klik pada wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse]. Pada tabel yang ada editlah 2 hal :

    1. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan “http://www.namawebsite.com/blog”. Info : “www.namawebsite.com” adalah URL website Anda dan “blog” adalah folder tempat file-file WordPress berada.
    2. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

 

copy from  http://blogdedi.wordpress.com

Iklan

Instalasi Android SDK

Apa yang kita butuhkan untuk melakukan pemrograman Android?

1. Pengetahuan Object Oriented Programming, khususnya Java
Android menggunakan Dalvik Virtual Machine untuk menjalankan program APK yang terinstall. Dalvik yang di-modifikasi google dibuat berdasarkan Java Virtual Machine milik Sun/ Oracle. Itulah sebabnya untuk membuat program untuk android, kita menggunakan Java sebagai cara yang paling mudah. Bagi yang punya pengalaman pemrograman C, bisa menggunakan Android NDK, hasilnya lebih cepat karena bersifat native, tapi rumitnya minta ampun.
2. Internet
3. PC, Minimal RAM 1 GB, disarankan 2GB, supaya cepat saat menjalankan emulator.
4. Kartu kredit, karena saat kita ingin memasukkan aplikasi ke Android Market, kita harus membayar US$ 25 dengan Kartu Kredit di http://market.android.com/publish
5. Program yang akan kita gunakan:
a. Java Development Kit, agar kita bisa menjalankan Eclipse. Download dari:
http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html
b. Eclipse
http://www.eclipse.org/downloads/, pilih Eclipse IDE for Java Developers
c. Android SDK
Library untuk membuat program Android. Download dari:
http://developer.android.com/sdk/index.html
d. Plugin ADT untuk Eclipse, fungsinya untuk menghubungkan Eclipse dengan Android SDK, sehingga Eclipse yang sebelumnya editor java bisa digunakan untuk editor program android. Bisa download disini:
http://developer.android.com/sdk/eclipse-adt.html, atau bisa ikuti langkah install langsung dari Eclipse nanti.

Agar lebih mudah, install program tersebut di satu buah folder, misalkan di D:\Java\

Cara instalasi:
1. Install Java Development Kit
2. Install eclipse, misalkan ke D:\Java\eclipse-java-indigo-win32, kemudian:
– Jalankan untuk pertama kali
– Pilih workspace, kemudian klik default
– Tutup tab welcome yang ada, maka kita sudah bertemu dengan antar muka Eclipse IDE

3. Install Android SDK, kemudian:

a. Buka folder Android SDK
b. Klik program SDK Manager
c. Klik bagian Available packages
d. Kita akan menggunakan SDK Froyo, karena versi ini paling banyak digunakan HP saat ini. Maka minimal yg dipilih adalah:
– SDK Platform Android 2.2, API 8, revision paling baru
– Samples for SDK API 8
– Google APIs, Adndroid API 8
– Android SDK Tools
– Android SDk Platform-tools
e. Kemudian install selected
f. Setelah selesai, hasilnya ada di Installed packages

4. Masih di bagian SDK Manager, kita buat emulator. Gunanya untuk mencoba hasil program yang kita buat, tanpa perlu dicoba di HP langsung

– klik virtual devices
– klik New…
– Beri nama, pilih target dengan Android 2.2, API 8
– SD Card Size, dibuat kecil, misalkan 16 MB
– Skin, pilih built-in, yang kecil saja, misalkan resolusi WQVGA400
– Kemudian Create AVD
– Setelah jadi, pilih device tadi, Klik start. Maka tampilan seperti HP Android akan keluar

5. Install Plugin ADT di Eclipse. Caranya:

a. klik Help > Install New Software….
b. klik Add, masukkan ini di bagian Location:

https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/

klik OK
Atau,apabila kita tidak punya koneksi internet langsung, kita bisa mendownload ADT terlebih dahulu di http://developer.android.com/sdk/eclipse-adt.html. Pilih archive, kemudian pilih file zip hasil kita download.
c. Pilih semua Development Tools yang ada
d. Klik Next, dan Accept TOS yang ada
e. Finish, Tunggu sampai selesai download
f. Setelah menutup dan membuka kembali, akan keluar gambar android di toolbar

6. Menghubungkan Android SDK dengan Eclipse

a. Klik window, Android SDK & AVD Manager
b. Jangan centang send usage, klik Proceed
c. Buka window -> preferences
d. Pilih bagian Android
e. Browse SDk Location, Kemudian pilih folder tempat Android SDK, Apply
f. Setelah keluar jenis Android SDK yang terinstall, klik OK
g. Sekarang coba klik icon android di toolbar eclipse, AVD manager kita akan terpanggil

Kalau sudah beres, kita bisa mencoba membuat aplikasi

1. New, Project…
2. Android, Android Project
Project Name: WebsiteLoader
Build Target: Android 2.2
Package Name: batamfreetraining.wordpress.com.WebsiteLoader
3. Finish
4. Coba Run sebagai Android Application

Gampang kan?
Ini seri pemrogaman android, jadi tunggu tutorial berikutnya. Semoga saya punya niat dan kemauan untuk meluangkan sedikit waktu, untuk melengkapi ini sampai tingkat lanjut.

Copy from http://blog.om4g.us

Membuat Applikasi Sederhana Untuk Android Menggunakan Eclipse

Cara membuat project android di IDE sebenarnya cukup sederhana. Dengan catatan, semua step-step yang dibutuhkan seperti, instalasi SDK, emulator, dan juga plugin android di eclipse, sudah selesai dilakukan. Kalau belum, halaman referensi instalasi SDK android tersedia untuk anda. Setelah semua itu dipersiapkan, mari kita mulai membuat project baru, caranya sebagai berikut:

  1. Jalankan eclipse, lalu menuju ke File » New » Project...
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  2. Pilih Android Project, lalu tekan Next >
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  3. Isikan nama project yang anda inginkan dan di mana anda ingin menyimpan source project tersebut, lalu tekan Next >
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  4. Pilih build target yang anda inginkan.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    Kalau kosong, berarti perlu menambahkan terlebih dahulu. Caranya:

    1. Buka menu Window » Android SDK Manager
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    2. Pilih paket dan build target yang ingin anda gunakan
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    3. Terima lisensi yang diberikan
      Free Image Hosting at www.ImageShack.us
    4. Bersabarlah menunggu proses download dan install paket. Setelah itu, restart enclipse dan build target yang anda pilih tadi, akan tersedia untuk digunakan.
  5. Isikan beberapa info yang dibutuhkan. Diantaranya:
    • Application Name: Nama project yang anda inginkan
    • Package Name: Akan digunakan oleh android market, sebagai unique identifier dari aplikasi anda
    • Create Activity: Langsung buat satu activity utama (yang akan langsung dijalan saat aplikasi dibuka di device)
    • Minimum SDK: target platform paling kecil yang akan disupport aplikasi anda

    Setelah semua itu diisi, selanjutnya tekan Finish

    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  6. Ini adalah isi dari activity yang dibuatkan oleh eclipse, kalau anda memilih untuk membuat activity utama, di step sebelumnya.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

    Dan ini adalah definisi layout yang menyertai activity di atas. Juga otomatis dibuatkan, bila anda memilih untuk membuat activity utama.

    Free Image Hosting at www.ImageShack.us
  7. Berikut ini tampilan aplikasi, bila dijalankan di emulator atau device.
    Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Sekian tutorial kali ini, nantikan tutorial-tutorial yang lebih berbobot, berikutnya.